Seusai menamatkan SMA
Dari Yogyakarta terbang ke Jawa Barat, mengikuti pendidikan Seni Rupa ITB Bandung. Maka lengkaplah pengalaman Lian di dalam menimba ilmu di tanah Jawa yang subur makmur loh jinawi.
Lian Sahar suka mengembara kemana-mana. Paling tidak dari tempatnya bermukim di Yogyakarta, jalan-jalan ke Jakarta , Bandung dan kota-kota lainnya. “‘Saya tidak akan berhenti melukis selagi Tuhan masih memberikan kekuatan untuk bergerak” katanya, dia juga mengatakan “Seniman itu tidak pernah pensiun seperti pegawai negeri. Itu sebabnya hingga saat ini saya senang jalan-jalan mencari hawa segar sambil menggoreskan kuas di atas bidang kanvas”.
Pelukis gaek ini seringkali membuat sketsa. Kalau orang lain melukis membuat sketsa dengan perangkat kontur (garis pinggir) yang membentuk wujud, maka sketsa Lian lain lagi. Sketsanya di blok dengan warna yang memikat. Sehingga sketsa tak sekadar sketsa yang oleh sementara orang disebut sebagai biola tunggal. Tetapi sketsa Lian Sahar, memberi kelonggaran sebagai orkestra lengkap yang mengalunkan pesona indah di atas bidang kanvas. Kendati pun sketsanya bisa saja memperlihatkan kesan abstrak atau pun surealis sampai pada penghayatan yang masih terikat pada bentuk.
Soal pameran ? Tak terhitung jumlahnya. Dari mulai pameran di tingkat lokal, nasional hingga internasional. Dari kota-kota kantong budaya seperti Jakarta , Bandung , Yogyakarta, Bali , Aceh hingga menyeberang ke mancanegera. Dari jajaran negara ASEAN, Asia , Eropa hingga Amerika Serikat. Tetapi yang paling berkesan di hatinya ialah ketika lukisannya di pamerkan dan di kelilingkan di negeri Paman Sam. Khususnya ketika mengikuti pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) Tak hanya itu, puluhan karya Lian Sahar banyak tersebar dimana-mana, dimiliki oleh para kolektor. Dan lukisannya menghiasi ruang-ruang kantor swasta, bank dan pemerintah. Di antaranya lukisan dan reliefnya terpancang di kantor Gubernur Aceh, Gubernur DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Samarinda, Departemen Pendidikan Nasional, Museum Istana Negara RI, Galeri Pusat Kesenian Jakarta TIM, dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar